ABOUT STASA GALLERY
Lahirnya Karya masdibyo yang dipamerkan dalam peresmian Stasa Gallery masdibyo
Diremehkan, dilecehkan, dihina, dibunuh karakternya, difitnah semua itu telah menjadi "asupan yang biasa bagiku sepanjang perjalanan sori lukisku, dari awal hinges hari ini. Hal-hal ini secara alami membentuk karakterku, yang sejatinya pendiam dan tidak senang berkonflik, menjadi seorang penggelisah. Namun, aku pantang mengeluh dan tidak pernah berupaya melakukan pembalasan.
Aku tak pernah mengeluhkan apa pun kepada siapa pun, kecuali pada kesunyianku sendiri-yang pada akhirnya
hanya berujung pada sikap masa bodoh. Tak peduli semua itu... toh, marah pun percuma. Marah pada siapa? Mereka hanyalah siluman pengecut, yang setiap bertemu bersikap baik-baik saja, namun nyatanya jelas dan tegas bahwa aku memang mereka pinggirkan, mereka sisihkan sebuah kenyataan yang tak bisa disangkal. Memang begitulah faktanya.
Jujur, selama ini aku bisa mengabaikan sikap mereka dengan terus berkarya, terus melangkah, dan terus menggelar pameran semua aku urus sendiri, aku manajemen sendiri, aku pasarkan sendiri, dengan caraku sendiri. Dibilang amatiran? Tidak apa-apa. Toh, aku bisa melakukan semuanya dengan baik, dan hasilnya semakin meningkat dari satu pameran ke pameran berikutnya. Dibilang tidak bermutu? Aku terima, karena aku memang sedang berproses. Tapi kenyataannya, yang mengoleksi
karya-karyaku adalah orang-orang berkelas, dengan daya beli yang layak dan yang benar-benar menghargai perjalananku. Dibilang bodoh? Aku terima, karena aku memang tak pernah merasa pintar-meskipun sudah lebih dari 40 tahun aku berkarya dan terus berpameran.